Memalukan

05.51 Posted In Edit This 0 Comments »
Beberapa hari yang lalu, aku melihat berita. 6 pasang muda-mudi dirazia polisi di café remang-remang. Ralat, bukan muda-mudi. Tapi pelajar, SMP dan SMA. Ckck, seorang pelajar tapi kelakuannya seperti orang yang tidak pernah di ajar. Apa yang dilakuin di café remang-remang? Ya ngga lain mereka pada bermesum-mesum ria.

Salah orang tua yang ngga bisa didik atau anaknya yang ngga bisa di didik ? aku, sebagai seorang pelajar merasa malu dengan semua ini. Harusnya mereka berhenti saja jadi seorang pelajar kalau begitu kelakuannya. Memalukan!! Apakah mereka tidak berfikir, bahwa apa yang mereka lakukan itu bukan hanya memalukan diri mereka sendiri. tapi orang tua, sekola, dan teman sesama pelajar.

Pacaran. Pantas saja dalam agama itu dilarang berpacaran. Dampaknya seperti inilah. Setan selalu menjadi kawan setia mereka. Ckck, punya best friend setan ko bangga. Apakah tidak bisa, kalau berpacaran yang biasa-biasa saja. Tidak usah berlebihan. Apalagi si cewe. Kalau dia tidak bisa menjaga kehormatannya, bagaimana orang bisa menghargainya. Ngga lain dia akan dikatakan cewe murahan. Bukankah sebutan itu begitu menyakitkan bagi kita, para cewe. Tapi kenapa malah kita sendiri yang menjatuhkan harga diri kita sendiri?

Bagi para cowo, apa mereka mau kalau kelak mendapat istri yang sudah di pegang-pegang cowo lain ? bergilir pula. Second-an yang paling parah kalau itu sii. Dalam tahap pacaran saja sudah mau di apa-apakan. Benar-benar, generasi muda kini makin hancur saja moralnya.  



Lomba Olimpiade Matematikanya di Tunda

22.49 Posted In Edit This 0 Comments »
hari sabtu malem, aku sama ka Atin dan Ka Yadi pergi ke rumah Bu Nur Yanah buat belajar. hati kami bertiga sudah tidak karu-karuan mengingat lombanya akan di mulai hari minggu. Kami belajar dengan sungguh-sungguh. sampai tanpa terasapun jam telah menunjukkan pukul 10 mala. karena takut kemalaman, akhirnya kami berpamitan untuk pulang.

Sesampainya di rumah aku memutuskan untuk tidak tidur malam ini. Selesai ganti baju, aku nyalakan komputer dan bermain game. Yah, hitung-hitung refreshing. Cape lihat soal matematika terus. Tanpa terasa, aku telah bermain game sampai dengan pukul 3 pagi. Lalu kubuka dokumen tempat aku menyimpan file-file soal untuk latihan.

Aku belajar sampai pukul 7. Lalu akupun mandi dan bersiap-siap untuk pergi lomba. Aku, ka Atin dan Ka Yadi, memutuskan untuk bertemu di sekolah. Tapi ternyata mereka berdua menjemputku. Akhirnya kamipun berangkat bersama-sama.
Sesampainya di UNRAM, tepatnya di depan Fakultas MIPA kami berhenti. Sepi. Tidak ada tanda-tanda bahwa sebentar lagi akan ada lomba. Yang terlihat disana adalah sekumpulan mahasiswa yang sedang berolah raga. Tiba-tiba Ka Atin berteriak, ia ragu apakah ia membawa kwitansi bukti pendaftaran atau tidak. ternyata ada. Tapi ada hal lain yang lebih mengejutkan. Di kwitansi itu, bukan tertulis lomba olimpiade matematika, melainkan Birdwatching Race. Lomba melihat burung dengan menggunakan teropong. 
Kami bertigapun panik. Untung pak Andrik, guru official kami datang. Lalu beliaupun menelfon nomor yang dapat dihubungi untuk mengkonfirmasi kesalahan pendaftaran itu. Yang lebih menghebohkan lagi, ternyata lomba Olimpiade Matematikanya di undur. Dan akan dilaksanakan besok tanggal 25 april. Sontak kamipun tertawa. Karena kami adalah rombongan orang salah jadwal. Padahal kami sudah datang dari jam 8 pagi dengan menggunakan seragam sekolah warna krem.
Tapi kami bersyukur, karena kesalahan daftar tersebut dapat diperbaiki. Jadi kami dapat mengikuti lomba yang menjadi awal tujuan kami. yaitu Lomba Olimpiade. Akhirnya kamipun pulang ke rumah masing-masing. Tapi ada hikmahnya juga kejadian ini. Jadi, kami bisa belajar lagi materi yang tidak kami pahami yang bersangkutan dengan materi yang akan di ujikan.


Bangga atau Menyesal ?

21.37 Posted In Edit This 0 Comments »
Baru-baru ini sudah marak di kabarkan tentang seorang balita yang mempunyai kebiasaan merokok dan berkata cabul. Konon, video tentang balita tersebut yang sedang merokok dan berkata cabulpun sudah beredar. Tragis, balita pun sudah memiliki moral seperti itu. Bagaimana kelak kalau sudah dewasa ? (si balita pernah bilang kalau sudah besar ingin jadi pencuri). Mengetahui hal ini, apa reaksi orang tuanya?

Ternyata, orang tua balita tersebut tidak khawatir. Karena menurut ceritanya, sang anak telah merokok sejak umur 2 tahun. Sebelum balita tersebut merokok, sang ibu pernah bermimpi bahwa neneknya datang kepadanya dan menyuruh agar sang ibu memberi anaknya rokok. Dan keesokan harinya, sang anak tidak mau makan sama sekali. Tapi sang anak hanya meminta rokok saja. Dan saat itulah, kebiasaan buruk itu dimulai. (dikira sang ibu wangsit kali ya ?)

Komnas perlindungan anakpun bertindak mengetahui kejadian ini. Tapi bagaimana kira-kira tindakan yang akan dilakukan oleh sang orang tua? Menyesal dan berusaha memberikan lingkungan yang kondusif bagi sang anak ataukah bangga dan membiarkan sang anak terus melakukan hal buruk tersebut?

Sesungguhnya, kepribadian seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungan (agen sosialisasi). Dapat pula dikatakan, bahwa factor lingkungan (yang rata-rata orangnya suka merokok dan berkata cabul) adalah factor yang mempengaruhi balita tersebut. Dalam sosialisasi, terdapat 3 tahapan. Yaitu, play stage, game stage, dan generalized others. Dan balita ini dalam tahapan play stage. Dimana sang balita meniru peran orang lain di sekitarnya akan tetapi belum memahami jelas isi peran tersebut. Jadi, kemungkinan untuk merubah balita itu untuk tidak merokok dan berkata cabul masih ada. Dengan memindahkan balita ke lingkungan yang lebih baik. Dimana orang-orang yang ada di lingkungan tersebut memiliki moral yang baik untuk membangun kepribadian sang balita kelak.  


Siswa Tidak Bisa Mengikuti UN di Lapas. Salah siapa ?

21.29 Posted In Edit This 0 Comments »
Keadaan generasi muda makin tragis sekarang ini. Bagaimana tidak ? perbuatan criminal sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh mereka-mereka saja yang telah berpengalaman. Bahkan pelajar, generasi muda Bangsa ini seakan-akan telah lihai dalam bertindak criminal.

Beberapa minggu yang lalu, para pelajar kelas 3 SMA telah sibuk belajar untuk menghadapi UN. Tapi tak di sangka, ada beberapa dari mereka memilih melakukan tindak criminal daripada belajar di rumah untuk menyongsong UN yang akan menentukan 3 tahun belajarnya.

Akhirnya, dia melewatkan masa-masa UN di dalam lapas. Beruntung sebagian dari penapi ( istilah sendiri. maksudnya si pelajar narapidana) dapat melaksanakan UN walaupun di lapas. Tapi tak urung juga, ada yang mengalami kemalangan. Seorang pelajar yang dari pagi telah menyiapkan diri dan telah berpakaian seragam sekolah menunggu soal UN diantarkan oleh pihak sekolahnya di lapas, harus kecewa. Pasalnya, setelah sekian lama menunggu ternyata pihak sekolah tidak mau mengantarkan soal UN ke lapas dengan alasan soal UN tidak boleh di bawa keluar sekolah karena takut kerahasiaan soal tersebut bocor. Padahal dapat kita tahu bahwa beberapa penapi dapat mengikuti UN di lapas dengan pengawasan para pengawas. Kalau sudah begini, salah siapa?

Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Suatu akibat pasti bersal dari sebab. Ya, penyesalan selalu datang di akhir. Pemikiran yang tidak matang selalu membuahkan penyesalan. Tapi mau bagaimana lagi, kalau nasi telah menjadi bubur, susah kita kembalikan dari bubur menjadi nasi. Setiap perbuatan kita memiliki poin-poin kehidupan. Jadi setidaknya, berpikirlah dahulu sebelum melakukan tindakan.

Anarkhis

21.23 Posted In Edit This 0 Comments »
Berita terbaru, ketika usai pertandingan antara persija dengan persib tempo hari di Senayan Gelora Bung Karno (kalau ngga salah denger), terjadi tawuran antar jack mania. Sedikit heran, karena apa yang menjadi persoalan hingga terjadi tawuran ? padahal mereka kan satu idola. Tapi semua itu menjadi hal yang tidak mengherankan kala kita mengingat bahwa banyak masyarakat Indonesia ini menjadi anarkhis.

Beruntung yang menonton hanya supporter dari persija. Bagaimana kalau supporter dari persib menonton pula ? pasti lebih heboh lagi. Masalah saling ejek bisa menjadi api yang menyala besar. Berawal dari one by one, menjadi keroyokan. Kira-kira, peringkat berapa ya Indonesia dalam bidang keanarkhisannya ? pasti meningkat pesat.

Banggakah kita dengan semua itu? Bukankah adanya sepak bola Indonesia untuk menyaring potensi berbakat yang dimiliki pesepak bola? Tapi kenapa ya, ko yang di agung-agungkan adalah masalah tawurannya. Jika peringkat keanarkhisan naik pesat, bukan hal yang mustahil kalau peringkat prestasi sepak bola Indonesia menurun drastic. Faktanya, Indonesia yang menduduki peringkat 120 FIFA, kini turun menjadi peringkat ke 136. tidak tanggung-tanggung turunnya. 16 peringkat. Ckck.


Jika sudah begini, apakah para supporter akan tetap anarkhis? Terlebih lagi, supporter yang paling terkenal di masyarakat Indonesia. Siapa yang tidak kenal Bonek ? bonek (yang katanya si singkatan dari Bondo Nekat) adalah supporter yang paling meresahkan bagi masyarakat. Yang sedikit-sedikit mulai menumbuhkan rasa benci di hati masyarakat tersebut. Mungkinkah ada perubahan dari para supporter-supporter ini untuk tidak anarkhis lagi? Sepertinya mustahil. Karena sifat anarkhis kini telah mendarah daging sehingga seolah-olah tidak akan ada lagi kata damai bagi mereka yang berbeda pendapat. Tapi, sebenarnya itu semua dapat dirubah dari masing-masing pihak. Tapi kalau nyatanya tetap begini, seperti apakah masa depan Indonesia kelak ?

Budaya Mencontek

20.52 Posted In Edit This 0 Comments »
Menyedihkan apabila melihat para generasi muda penerus bangsa zaman sekarang banyak yang kurang memiliki semangat belajar. Apa jadinya Indonesia di masa yang akan datang ? tidakkah ada kesadaran dalam diri para pelajar untuk memiliki semangat belajar yang besar ?

Dari berjuta-juta pelajar di Negara Indonesia ini, mungkin hanya ada segelintir dari mereka yang memiliki niatan untuk menjadi lebih baik dan membawa negeri Indonesia ini lebih maju lagi. Dan lagi, seolah banyak dari para pelajar tidak memikirkan bagaimana perasaan seorang guru seandainya tahu bahwa beliau telah gagal mendidik anak didiknya.

Beliau mengajarkan kita sesuatu yang tidak ketahui agar kita mengetahui. Tidak hanya sebatas itu. Kita juga harus menerapkan apa yang telah di ajarkan oleh beliau. Betapa sedihnya seorang guru apabila melihat anak didiknya mengerjakan ulangan yang di gunakan sebagai pengukur seberapa jauh pemahaman kita, tapi kita dengan santainya membuka buku untuk mencontek. Tidakah kita berpikir, bahwa mencontek adalah sesuatu hal yang merugikan. Apa gunanya kita mendapat nilai bagus, tapi bukan dari kemampuan kita sendiri?

Tapi mengapa tak banyak para pelajar yang sadar akan semua itu? Nilai bagus, anggapan pintar dari para guru yang sebenarnya adalah nol tetap mereka banggakan walaupun sebenarnya mereka tahu bahwa semua itu salah.

Kerjasama perlu, tapi dalam masalah pendidikan kita semua, para pelajar bersaing. Bukan secara anarkhis. Mengadu kekuatan, menunjukkan kekuasaan dll. Kita hanya perlu bersaing sportif. Kita gunakan pengetahuan kita untuk bersaing. Kita tunjukkan dan kita buktkan bahwa kemampuan kita patut untuk di banggakan.

Sesungguhnya, kebanggaan kita takkan pernah lekang apabila semua itu adalah usaha kita sendiri. Bahwa sesungguhnya ilmu itu lebih bermanfaat daripada harta. Apa gunanya, seorang hartawan tapi tak berilmu ?

Sains

20.34 Posted In Edit This 0 Comments »
Secara etimologi, sains berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang artinya pengetahuan (knowledge). Sains adalah ilmu yang terus berjalan seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Sains tidak hanya terpaku oleh satu pendapat saja. Pendapat-pendapat lainpun dapat diterima oleh khalayak ramai asalkan dalam pemaparannya disertai dengan bukti-bukti yang meyakinkan. Dalam sains bukti itu dapat diperoleh dari suatu eksperimen.


Dahulu sains berarti pengetahuan umum yang berisi apa saja yang diketahui manusia. Pengertiannya kemudian berkembang menjadi suatu pengetahuan yang benar secara rasional, artinya bebas dari takhayul atau kepercayaan. Selanjutnya berkembang menjadi suatu pengetahuan ilmiah yang rasional dan objektif.


Nash L.K berpendapat dalam bukunya The Nature of Natural Science, bahwa sains itu dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu. Yang dimaksud metode berpikir adalah pola berpikir yang rasional, objektif, dan berdasarkan atas ketekunan dan ketelitian sehingga menjadi cermat dan lengkap. Sedangkan menurut J.D Bernal, pada buku lain berjudul Science in History manfaat dan arti sains berbeda-beda menurut kurun waktu ataupun siapa yang mengemukakannya.


Produk sains terdiri atas fakta, konsep, prosedur, teori, hukum, dan postulat. Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah dan metode ilmiah yang di dasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah sikap memiliki rasa ingin tahu, jujur, tekun, teliti, objektif, dan terbuka menerima pendapat yang benar.


Sedikitnya ada 3 komponen dalam rumusan sains, yaitu :

1. Kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori.

2. Proses ilmiah dapat fisik dan mental dalam mencermati fenomena alam.

3. Sikap keteguhan hti, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyingkap rahasia alam.

Ketiga syarat tersebut harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat dikatakan sebagai ilmuwan (saintis).


Para ilmuwan dalam bekerja memecahkan suatu masalah menggunakan langkah kerja yang teratur, sistematis, dan terkontrol yang disebut metode ilmiah. Langkah ilmiah yang biasa dilakukan oleh para ilmuwan dalam memcahkan masalah (metode ilmiah) antara lain:

a. merumuskan masalah.

b. merumuskan hipotesis.

c. melakukan eksperimen atau observasi untuk pengujian hipotesis.

d. menarik kesimpulan.

e. manguji kesimpulan dengan eksperimen lain.

f. merumuskan hukum, konsep, atau prinsip.


Ilmu sains telah menyibakkan apa yang pada zaman dahulu dikatakan sebagai hal ghaib menjadi hal biasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Telepon genggam, penerbangan antar benua, satelit cuaca, robot, teknologi laser, adalah mukjizat zaman dahulu kini menjadi sesuatu yang tidak aneh lagi dalam pandangan masyarakat.


Berbagai problematika kehidupan dapat dipecahkan oleh ilmu sains. Bayi tabung, mutasi, dan pencangkokan ginjal adalah sebagian kecil dari ilmu sains yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun masih banyak hal-hal yang belum dapat dipecahkan oleh sains seperti penduduk dan pengunjung kota kecil Taos di New Mexico yang selama bertahun-tahun diganggu oleh dengungan aneh. Misteri ini bisa saja di pecahkan suatu saat oleh para ilmuawan sains.